Skip to main content

Refleksi Produksi Multimedia 2019 Essie Tiara Bethamonka



Produksi Multimedia, sesuai dengan judul mata kuliahnya, mata kuliah ini memberi wawasan mengenai bagaimana cara untuk menghasilkan produk jurnalistik secara multimedia. Melalui mata kuliah ini, saya semakin sadar betapa pentingnya untuk menyajikan sesuatu secara multimedia di era digital ini. Betapa sayangnya apabila kita memiliki informasi yang baik untuk diketahui masyarakat, namun tertinggal hanya karena produk berbentuk monoton (mis: teks saja).

Multimedia yang didalami selama proses belajar mata kuliah Produksi Multimedia adalah menulis teks online, menautkan foto, video, grafik, dan bahkan audio. Menulis teks online dibiasakan oleh dosen pengampu untuk dilakukan mahasiswa setiap sehabis pertemuan. Kompasiana menjadi ladang bebas bagi mahasiswa FISIP UAJY untuk menyampaikan informasi sekaligus mengasah kemampuan untuk menghasilkan produk jurnalistik yang bersifat multimedia. Tidak sampai di situ, setiap pertemuan pula dibarengi dengan kegiatan saling menilai antar teman yang kemudian didiskusikan, “mengapa tulisan seperti ini setara dengan angka sekian?”.

Mahasiswa juga diajarkan untuk aktif di media audio. Hal ini dilakukan dengan memberikan tugas untuk membuat sebuah podcast, yang dihubungkan dengan tugas di kompasiana melalui tautan.
Mata kuliah PMM ini mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi seorang jurnalis, terlebih dalam praktek yang berbasis soft skill. Selain membuat naskah berita, mahasiswa diberi pengalaman untuk terjun melakukan live report, juga melalui tugas membuat Photo Story yang mendorong mahasiswa bisa memotret, mengedit, dan memberi caption pada foto.

Pula, mahasiswa dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil untuk membuat suatu program radio yang mendorong  mahasiswa untuk mengerjakan produksi yang dilakukan awak-awak media. Kelompok berembug, merencanakan, dan melakukan produksi meliputi pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM), bulletin, jingle radio, program radio, dan sebagainya. 

Saya belajar banyak melalui Produksi Multimedia seperti harus kontan menulis  baik artikel maupun berita, sebisa mungkin menghasilkan produk yang multimedia, juga melakukan perekaman podcast dengan mengedit dan menambahkan musik ke dalam rekamannya.

Mengenai nilai, berdasarkan dinamika di kelas dan perkembangan pada diri saya sendiri, saya pantas mendapatkan nilai B+, karena saya mengikuti untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan usaha terbaik saya. Dalam dinamika UTS, saya juga aktif berperan dalam kelompok dengan cara menyumbang ide beberapa Iklan Layanan Masyarakat, berita, naskah drama radio, naskah program zodiac, dan menjadi penyiar radio. Mengapa B+ dan tidak A? karena setelah UTS, saya pribadi mulai kendor semangatnya dalam belajar di kelas ini dan beberapa kali tidak mengikuti dinamika dan tempo yang sama dengan teman-teman lainnya. Bahkan hal ini tentu agak menyulitkan teman-teman sekelompok saya. Namun, tetap saya mengusahakan yang terbaik yang dapat saya kerjakan selama proses UAS ini.

Portofolio :
1.      Tulisan di Kompasiana dengan judul “Jurnalisme Masa Depan? Mau dibawa ke Mana?”
2.      Tulisan di Kompasiana dengan judul “Visual Story Telling Penting. Kenapa?”
3.      Podcast di Soundcloud dengan judul “Jurnalisme Masa Depan, Bakal Seperti Apa YA? #EssieNyangkem”
4.      Podcast di Soundcloud dengan judul “Kuliah Sambil Kerja?”

Comments

Popular posts from this blog

Tugas Refleksi UAS Poduksi Multimedia 2019-Bernadetha

H al yang sudah saya pelajari adalah : P roduksi video, produksi audio, blogging, vlogging, podcasting, dan vodcastin g .   Bekerjasama dengan kelompok; menyelesaikan proyek yang meliputi antara lain: movie trailer, iklan komersial, iklan layanan masyarakat, reportase investigasi, dokumenter, video musik, komedi, drama, horor, experimental, dan lain-lain.   Hal yang sudah saya pelajari: Video   Saya belajar mengaplikasikan teori dengan aplikasi-aplikasi yang telah saya dapat dan mempraktekan. Take video dengan tema tertentu yang ada kemudian menguploadnya ke youtube. Saya juga mencoba mengaplikasikannya dengan memasukan video ke website kongregasi kami. Audio Dalam hal ini saya lakukan ketika membuat podcast; saya merekam audio terlebih dahulu dan kemudian memadukan dengan music yang saya inginkan dan tentunya sesuai dengan tema atau topic pembicaraan. Alat yang digunakan adalah Smartphone. Blogging Belajar membuat blog untuk selanjutnya mengisinya ...

TROTOAR JALAN SUROTO YOGYAKARTA DIPERINDAH

Keindahan kota Yogyakarta dapat dilihat dari beberapa fasilitas trotoar guna memenuhi kebutuhan para pejalan kaki. Nah, bagi teman-teman yang hendak berwisata di kota Yogyakarta, jangan lupa untuk jalan-jalan di sepanjang jalan Suroto, Yogyakarta. Mengapa? Trotoar di sepanjang jalan Suroto diperindah dan diresmikan oleh pemerintah kota Yogyakarta pada awal tahun 2019. Banyaknya fasilitas pejalan kaki seperti kursi, sepeda hingga tempat sampah mendukung keindahan kota Yogyakarta sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki.